LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA DASAR
DESTILASI
Nama : Shinta Karisma Fitrah
NRP : 143020133
Kelompok : E
Meja : 12 (duabelas)
Asisten : M. Fitrian Wiriyanata
LABORATORIUM KIMIA DASAR
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2014
Pembahasan
:
Dari percobaan destilasi yang
dilakukan didapat volume dari sampel ekstrak murbey fermentasi sebanyak 20ml,
suhu mendidihnya 87ºC, suhu tetesan pertama 94ºC, suhu konstan 96ºC hingga
volume akhir 6,5ml dan warna destilat yang semula merah delima menjadi bening. Saat
melakukan percobaan destilasi terjadi kesalahan pada saat menggunakan kondensor,
yang seharusnya kondensor dialiri air hingga akhir, tetapi karena terjadi
kesalahan pada keran air sehingga kondensor tidak dialiri air hingga selesai,
akibatnya ukuran suhu tidak akurat.
Destilasi adalah
suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau
kemudahan menguap(volatilitas) bahan.(penuntun praktikum kimia dasar, 2014).
Destilasi
dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu :
1. Destilasi biasa : Cara ini digunaka untuk memisahkan 2
macam zat atau
lebih yang mempunyai titik didih yang cukup
besar.
2. Destilasi uap : Destilasi uap merupakan suatu cara untuk memisahkan
dan memurnikan
senyawa organik yang tidak larut ataupun sukar larut dalam air.
3. Destilasi vacum : Destilasi ini digunakan untuk cairan yang
terurai dekat
titik didihnya,
sehingga untuk memisahkan dari komponenya tidak dapat dilakukan dengan
destilasi biasa.
4. Destilasi terfraksi : Hukum Roult
mengatakan bahwa tekanan uap dari sebuah
komponen
tertentu sebanding dengan tekanan uap murni dikalikan dengan fraksi mol dalam
larutan tersebut.( penuntun praktikum kimia dasar, 2014).
Pada
percobaan destilasi dilaboratorium dilakukan pengamatan pada ekstrak murbey
fermentasi dengan menggunakan destilasi biasa, karena perbedaan titik didih zat
yang cukup besar,
Alat-alat
yang digunakan pada percobaan destilasi biasa, yaitu :
1. Termometer : digunakan untuk
menggukur suhu zat.
2. Klem dan statif : untuk menyanggah
bagian-bagian dari peralatan destilasi supaya tidak jatuh
3. Labu erlenmeyer/gelas kimia :
menampung destilasi yang diperoleh dari proses destilasi.
4. Labu : wadah untuk dipanaskan pada
saat proses destilasi.
5. Kawat kasa : sebagai alas labu saat
dipanaskan diatas bunsen.
6. Bunsen : sebagai pengantar panas,
atau untuk memanaskan larutan yang ada didlam labu.
7. Liebig kondensor : untuk
mengondensasikan uap menjadi air, dan penentuan kadar air.
Aplikasi
dalam bidang pangan tentang destilasi adalah untuk memisahkan sari-sari makanan
misalnya protein, dan utuk memisahkan komponen minyak.
Kesimpulan
:
Dari percobaan
destilasi yang telah dilakukan praktikan dapat mengetahui bagaimana cara melakukan
proses destilasi, dan dapat memisahkan zat cair dari campuranya ataupun untuk
memisahkan suatu larutan dari larutan lain. Kemudian kita dapat menetahui
volume, suhu mendidih, suhu tetesan pertama, suhu konstan, suhu akhir dan warna
destilat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar