Sabtu, 08 April 2017

Laporan Destilasi


LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA DASAR


DESTILASI






Nama               : Shinta Karisma Fitrah
NRP                : 143020133
Kelompok       : E
Meja                : 12 (duabelas)
Asisten            : M. Fitrian Wiriyanata








LABORATORIUM KIMIA DASAR
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2014

Pembahasan :
            Dari percobaan destilasi yang dilakukan didapat volume dari sampel ekstrak murbey fermentasi sebanyak 20ml, suhu mendidihnya 87ºC, suhu tetesan pertama 94ºC, suhu konstan 96ºC hingga volume akhir 6,5ml dan warna destilat yang semula merah delima menjadi bening. Saat melakukan percobaan destilasi terjadi kesalahan pada saat menggunakan kondensor, yang seharusnya kondensor dialiri air hingga akhir, tetapi karena terjadi kesalahan pada keran air sehingga kondensor tidak dialiri air hingga selesai, akibatnya ukuran suhu tidak akurat.
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap(volatilitas) bahan.(penuntun praktikum kimia dasar, 2014).
            Destilasi dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu :
1. Destilasi biasa      : Cara ini digunaka untuk memisahkan 2 macam zat atau
             lebih yang mempunyai titik didih yang cukup besar.
2. Destilasi uap         : Destilasi uap merupakan suatu cara untuk memisahkan
dan memurnikan senyawa organik yang tidak larut ataupun sukar larut dalam air.
3. Destilasi vacum    : Destilasi ini digunakan untuk cairan yang terurai dekat
titik didihnya, sehingga untuk memisahkan dari komponenya tidak dapat dilakukan dengan destilasi biasa.
4. Destilasi terfraksi : Hukum Roult mengatakan bahwa tekanan uap dari sebuah
komponen tertentu sebanding dengan tekanan uap murni dikalikan dengan fraksi mol dalam larutan tersebut.( penuntun praktikum kimia dasar, 2014).
            Pada percobaan destilasi dilaboratorium dilakukan pengamatan pada ekstrak murbey fermentasi dengan menggunakan destilasi biasa, karena perbedaan titik didih zat yang cukup besar,
            Alat-alat yang digunakan pada percobaan destilasi biasa, yaitu :
1. Termometer : digunakan untuk menggukur suhu zat.
2. Klem dan statif : untuk menyanggah bagian-bagian dari peralatan destilasi supaya tidak jatuh
3. Labu erlenmeyer/gelas kimia : menampung destilasi yang diperoleh dari proses destilasi.
4. Labu : wadah untuk dipanaskan pada saat proses destilasi.
5. Kawat kasa : sebagai alas labu saat dipanaskan diatas bunsen.
6. Bunsen : sebagai pengantar panas, atau untuk memanaskan larutan yang ada didlam labu.
7. Liebig kondensor : untuk mengondensasikan uap menjadi air, dan penentuan kadar air.
            Aplikasi dalam bidang pangan tentang destilasi adalah untuk memisahkan sari-sari makanan misalnya protein, dan utuk memisahkan komponen minyak.

Kesimpulan :
            Dari percobaan destilasi yang telah dilakukan praktikan dapat mengetahui bagaimana cara melakukan proses destilasi, dan dapat memisahkan zat cair dari campuranya ataupun untuk memisahkan suatu larutan dari larutan lain. Kemudian kita dapat menetahui volume, suhu mendidih, suhu tetesan pertama, suhu konstan, suhu akhir dan warna destilat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar